Mengenal Lebih Dalam Kearifan Lokal Desa Senaru Lombok

Desa Senaru merupakan salah satu desa yang memiliki beragam wisata alam yang menakjubkan seperti Air Terjun Sendang Gile. Desa Senaru pun memiliki sejarah panjang di masa lalu. Desa Senaru berlokasi di Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara Provinsi Nusa Tenggara Barat. Desa yang dihuni oleh suku sasak ini terkenal sebagai desa Adat atau desa wisata yang masing menjunjung tinggi budaya lokal. Biasanya, Desa ini dijadikan sebagai salah satu tempat awal atau disebut sebagai pintu masuk sebelum pendakian ke Gunung Rinjani. Dari kota Mataram, jarak menuju desa tersebut sekitar 3 jam.

Sejarah Unik Dari Desa Senaru

Desa Senaru merupakan satu dari total lima desa hasil pemekaran dari Desa Bayan pada tahun 1994. Pemekaran Desa Bayan sudah direncanakan sejak tahun 1992 dan sebelumnya Senaru hanya Dusun dan tergabung dalam Desa Karang Pinang.  Kemudian pada tahun 1995 Desa Karang Pinang yang berubah menjadi Desa Persiapan Senaru kemudian ditetapkan sebagai nama desa yang kini lebih dikenal sebagai Desa Senaru.

Luas desa sekitar 4.400 hektar dan berbatasan dengan Desa Anyar, Desa Bayan, dan Desa Sukadana. Penduduk desa mayoritas memeluk agama Islam dengan jumlah penduduk pendatang yang lebih mendominasi, yaitu lebih dari 60%. Mata pencaharian penduduk desa adalah sebagai petani dan bekerja di dunia wisata seperti pemandu, pedagang makanan atau warung di sekitar kaki Gunung Rinjani, dan lainnya.

Motto Desa Senaru adalah “Ontas Onang Onyak” yang bermakna ketika ingin melaksanakan sesuatu sebaiknya direncanakan atau dirintis dengan baik terlebih dahulu agar dinikmati, dirasakan, digunakan, dan dimanfaatkan hasilnya, yang kemudian perlu memeliharanya agar bisa digunakan kembali baik untuk kebutuhan pribadi ataupun kepentingan bersama.

Wisata dan Keunikan Rumah di Desa Senaru

Rumah adat Senaru atau Bale Adat disebut dengan Bale Mengina yang hanya terbuat dari  tanah setinggi 50 cm dengan dinding bambu dan atap rumbia dari alang-alang. Struktur bangunan yang wajib memiliki 6 tiang pondasi kayu ini memiliki 4 ruangan di dalamnya yang bernama Inan Bale (tempat beribadah sekaligus lumbung padi), Amben Beleq (tempat menyimpan sesajen), Amben Beriq (kamar), dan dapur. Tanah yang digunakan untuk lantai adalah tanah liat yang kemudian disusun dengan batu-batuan agar tidak tergerus air saat hujan tiba. Namun, sekarang lantai tanahnya sudah disemen semua dan letak satu rumah dengan rumah lainnya pun berdekatan.

Tidak hanya bangunan rumah saja yang masih sederhana, bangunan masjidnya pun berbahan dasar sama (khusus masjid Senaru yang merupakan masjid pertama yang dibangun seorang penyebar agama Islam di desa tersebut). Namun, untuk bangunan modern, seperti puskesmas, masjid-masjid lain, dan sekolah, bangunannya sudah seperti bangunan pada umumnya yang terbuat dari tembok.

Desa ini memiliki dua objek wisata alam yang sangat terkenal, yaitu Tiu Kelep dan air terjun Sedang Gile yang tidak jauh dari rumah warga Senaru. Adanya air terjun yang sudah terkenal di kalangan pecinta alam ini menjadi alternatif wisata bagi Anda yang tidak ingin capek-capek mendaki ke puncak Gunung Rinjani. Jangan khawatir apabila Anda ingin menginap di tempat yang nyaman di sekitar kawasan Senaru karena ada beberapa homestay yang bisa Anda pilih.

Upacara adat yang wajib Anda saksikan adalah upacara Nyamprek yang bertujuan untuk memelihara padi yang masih berusia  setengah panen atau 1 setengah bulan ketika bulir-bulir padi sedang akan terbentuk. Persiapan yang perlu diperhatikan adalah beras ketan yang disangrai, bambu waluh, dan air kelapa yang kemudian disebarkan dengan berkeliling sawah searah jarum jam. Tujuannya adalah agar tanaman padi terhindar dari hama.

Nah itu dia beberapa keunikan tentang objek wisata Desa Senaru Lombok. Semoga Anda dapat berlibur ke destinasi di Lombok yang pastinya menyenangkan dan penuh rasa kekeluargaan.