Keunikan Seni Dan Budaya Di Kepulauan Selayar

Indonesia memiliki jutaan destinasi wisata yang dapat anda kunjungi. Turis mancanegara pun juga mencari destinasi wisata yang ada di Indonesia untuk berlibur. Pada kesempatan kali ini kami akan mengulas tentang salah satu destinasi wisata yang ada di Indonesia, yaitu tentang destinasi kesenian dan budaya yang ada di Kepulauan Selayar.

Seni Dan Budaya Di Kepulauan Selayar

seni dan budaya kepulauan selayar
seni dan budaya kepulauan selayar

Kepulauan Selayar mempunyai luas sekitar 10 km, Kepulauan Selayar memiliki kekayaan tentang nilai budaya yang begitu unik dan mengesankan, sehingga sayang untuk anda lewatkan ketika berada di Kepulauan Selayar. Adapun kebudayaan dan kesenian yang ada di Kepulauan Selayar ini diantaranya yaitu Kongtau, Manca Pa’dang dan Bati-Bati. Kesenian dan budaya bangsa Indonesia memang sangat menarik untuk dinikmati, bahkan banyak warga negara asing yang mencoba untuk mempelajarinya, salah satunya kebudaya dari Lombok ini.

Berikut ini bagi anda yang ingin mempelajari kesenian Indonesia, kami sajikan informasi yang sangat penting untuk anda.

Manca Pa’dang

budaya di kepulauan selayar
budaya di kepulauan selayar

Kesenian dan budaya yang ada di Kepulauan Selayar ini yaitu Manca Pa’dang. Manca Pa’dang merupakan bentuk kesenian berjenis beladiri yang tujuannya tentu sudah kita ketahui yaitu untuk mempertahankan diri. Banyak perguruan seni beladiri yang ada di Indonesia, tetapi seni beladiri Manca Pa’dang ini berbeda dengan unsur bela diri yang lain.

Bela diri yang satu ini menggunakan alat pertahanan berupa perang, yang pada saat atraksi diiringi dengan alunan musik yang khas. Alat musik yang biasanya digunakan yaitu seruling. Selain itu, untuk mengiringi beladiri ini juga digunakan gong dan alat musik lainnya.

Alat musik yang dimainkan ketika seseorang sedang melakukan seni beladiri ternyata memiliki pengaruh pada setiap gerakan pemainnya, setiap ketukan dari musik akan diikuti juga dengan gerakan pedang yang digunakan oleh pesilat, sehingga setiap gerakan dapat seirama dengan musik yang dimainkan.

Manca Pa’dang ini biasanya akan ditunjukkan pada saat upacara pernikahan atau pesta lainnya, seperti penyambutan tamu yang dihormati di Kepulauan Selayar. Masyarakat setempat mempercayai bahwa melakukan pertunjukan Manca paa’dang, mereka akan dilindungi dari mara bahaya yang mengancam.
Kesenian dan budaya ini sudah dikenal pada zaman dahulu kala yaitu sejak Kerajaan Gantarang Lalang Bata. Kerajaan tersebut berkuasa di Kepulauan Selayar kurang lebih sekitar abad ke-14 hingga ke-15.

Kongtau

Kongtau merupakan suatu kesenian bela diri yang hampir sama dengan Manca Pa’dang. Bedanya Kongtau ini tidak menggunakan senjata dan hanya dilakukan oleh dua orang saja. Dua orang pemain ini melakukan bela diri, kemudian pemain musik mengiringi mereka dengan menggunakan gong dan gendang. Kesenian tersebut sudah ada sejak tahun 1980-an dan dibawa negara penjajah pada saat itu. Sama halnya dengan kesenian Manca Pa’dang, Kongtau juga sering digunakan pada pesta pernikahan dan upacara adat untuk penyambutan tamu yang dihormati di Kepulauan Selayar.

A’tojeng

Kebudayaan lainnya yang ada di Kepulauan Selayar ini yaitu A’tojeng. A’tojeng ini merupakan kebudayaan yang unik yang berarti dalam bahasa Selayar adalah ayun. Kebudayaan tersebut memakai peralatan sejenis alat berupa ayunan yang sangat besar, dengan cara diayunkan sekuat tenaga. Kebudayaan yang satu ini memakai sejenis alat berupa kayu yang berukuran besar yang dimainkan dengan cara diayun sekuat tenaga.

Alat ayunan itu berbeda dengan ayunan pada umumnya. Bahan yang digunakan untuk membuat ayunan berukuran besar itu di antaranya kayu bambu akar pandita sejenis tumbuhan yang merambat yang dipakai untuk mengikat setiap ruas pada tiang-tiang setiap ruas. Tidak lupa juga dengan tali penyangganya yang tinggi, tiang penyangga biasanya memiliki ketinggian 5-9 meter.

Kebudayaan ini mulai muncul pada tahun 1600-an. Pada saat seorang raja beserta pasukannya sedang pulang dari medan perang, untuk mengungkapkan rasa gembiranya maka masyarakat mengadakan kesenian ini. Cara memainkan kesenian dan budaya ini yaitu terdapat satu sampai dua orang wanita yang duduk di ayunan raksasa, kemudian 2-3 orang dewasa lainnya bertugas untuk mengayunkan ayunan raksasa ini, sehingga ayunan itu akan terus bergerak.

Gerakan mengayun itu dikenal dengan sebutan pengambang. Tugas pengambang yaitu menarik ayunan raksasa itu sampai sebatas pusan, jika sampai melebihi pusan maka pengambang itu akan mendapatkan hukuman untuk bernyanyi di muka umum.

Demikianlah ulasan yang dapat kami bagikan pada kesempatan kali ini mengenai Keunikan Seni Dan Budaya Yang Ada Di Kepulauan Selayar, semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan anda.